Rabu, 10 November 2010

Bola Lampu Pijar Terkecil Di Dunia


lampu pijarDalam upaya menyelidiki rintangan antara termodinamika dan mekanik quantum — kedua dasar teori fisika yang kelihatannya masih memiliki rintangan,  sebuah tim dari UCLA Department of Physics and Astronomy telah menciptakan bola lampu pijar terkecil di dunia.
Tim tersebut, diketuai oleh Chris Regan yaitu seorang anggota California NanoSystems Institutedi UCLA dan termasuk didalamnya Yuwei Fan, Scott Singer dan Ray Bergstrom, telah mempublikasikan hasil penelitian mereka pada tanggal 5 Mei pada edisi jurnal online Physical Review Letters.
Termodinamika, puncak keemasan fisika di abad 19, menyangkut sistem dengan berbagai partikel – partikel. Mekanik quantum, dikembangkan pada abad 20, befungsi dengan baik saat hanya diapliksikan dengan sedikit sekali. Tim UCLA menggunakan bola lampu pijar sangat kecil milik mereka untuk memelajari teori fisikawan Max Planck tentang hukum radiasi benda gelap gulita, yang muncul di tahun 1900 dengan menggunakan prinsip – prinsip yang sekarang dipahami sebagai asal muasal kedua teori tersebut.
Bola lampu pijar menggunakan suatu filament yang terbuat dari karbon nanotube tunggal yang lebarnya hanya 100 atom. Sesuatu yang dapat dilihat dengan mata biasa, filament tersebut dapat secara lengkap terlihat saat lampu dimatikan, tetapi ini terlihat sebagai titik lampu yang sangat kecil ketika lampu dinyalakan. Bahkan dengan menggunakan mikroskop otikal terbaik, ini tidak hanya memungkinkan untuk menunjukkan panjangnya nanotube yang tidak sama dengan nol. Untuk mencitrakan struktur filamen yang tepat tim tersebut menggunakan kemampuan resolusi atomik mikroskop electron.
Dengan kurang dari 20 juta atom, filamen nanotube yang keduanya sangat cukup besar untuk mengaplikasikan asumsi statistikal dan cukup kecil untuk dianggap sebagai suatu molekular — yang mana ini adalah sistem mekanis quantum.
“Karena kedua topik ini (radiasi benda gelap gulita) dan skala ukuran (nano) pada rintangan antara dua teori tersebut, kami kira ini adalah sistem yang sangat menjanjikan untuk diteliti,” kata Regan. “Karbon nanotube yang digunakan sebagai filament bola lampu sangat ideal bagi kegunaan mereka dikarenakan ukurannya yang kecil dan stabilitas suhunya yang luar biasa.”
Meski karbon nanotubes ditemukan pada tahun 1991, tetapi penggunaan karbon dalam bola lampu bukanlah ide baru. Bola lampu  dari Thomas Edison sudah menggunakan filamen karbon. Tim peneliti bola lampu UCLA sangat serupa dengan pekerjaan Edison, kecuali filamen mereka yang 100,000 kali lebih sempit dan 10,000 kali lebih pendek, pada volume total ini hanya satu seperatus trilyun dari kepunyaan Edison.

Related Posts:

  • Aduh Keliling Dunia Hanya Untuk Kaos KakiTak banyak yang terpikir untuk mendonasikan kaus kaki. Padahal di negara seperti Amerika, benda itu amat penting. Untuk ada orang seperti Emily DeScalo.DeScalo sedang menjalankan misi untuk menyediakan sejuta kaus kaki untuk … Read More
  • Dermawan Jepang Tinggalkan Uang Rp 1,2 Miliar di Toilet UmumSeorang dermawan tak dikenal telah meninggalkan tumpukan uang tunai dalam jumlah besar di sebuah toilet umum di Jepang. Uang sebanyak 10 juta yen (sekitar Rp 1,2 miliar) itu ditaruh dalam sebuah kantong belanja plastik. Sang … Read More
  • Tikus Raksasa Ini Memiliki Racun MematikanBerbeda dengan jenis tikus lainnya di dunia, tikus raksasa ini sangat mematikan. Dengan seketika, bulu beracunnya bisa membunuh predator lain.Seperti halnya mata panah beracun, tikus raksasa dari Afrika ini membawa senjata se… Read More
  • 10 Negara Tujuan Wisata Termurah di DuniaBeberapa dari Anda mungkin merasa bingung ketika dimintai rekomendasi tentang tujuan wisata ke luar negeri yang murah dan terjangkau. Apalagi jika Anda termasuk orang yang jarang bepergian karena padatnya aktivitas sehari-har… Read More
  • Beli Bensin di Pagi Buta Lebih BaikBanyak dari kita menyepelekan beberapa hal saat mengisi ulang bahan bakar kendaraan kita. Kita sering menganggap bahwa pengisian ulang bensin yang dilakukan kapanpun sepanjang hari adalah sama saja. Padahal tidak. Pemilihan t… Read More

0 komentar:

Posting Komentar