Sabtu, 01 Oktober 2011

Mengatur Haid itu Mudah

Mengatur Haid itu Mudah

Menjelang musim haji, calon jamaah haji perempuan yang masih berada dalam usia reproduksi, biasanya direpotkan dengan urusan haid. Perlu atau tidak 'mengatur' siklus haid, agar saat wukuf di Arafah tidak terganggu.
Mengatur datangnya haid, biasanya dilakukan pada perempuan yang siklusnya tidak teratur. Caranya, adalah dengan mengkonsumsi pil KB secara teratur. “Namun, tidak boleh telat, satu hari pun tak boleh telat,” ujar ginekolog kondang, Dwiana Ocvianti.
Bahkan, menurut dokter Ocvi, begitu dia biasa disama, kita pun harus mengingat jam makan pil KB tersebut. Hal ini dilakukan agar disiplin,  tak terjadi kelupaan atau keterlambatan makan pilnya.
Apabila satu hari saja lupa memakan pilnya, pengaturan yang dilakukan pun tidak akan berhasil.
Paling baik, adalah melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter, tiga hingga enam bulan sebelum tanggal yang dipilih untuk tidak haid.
Bagi perempuan yang siklus haidnya teratur, agar apada tanggal yang diinginkan kita tidak mengalami haid, kita bisa menunda ataupun memajukan haid. Namun, paling lama menunda haid kita, disarankan oleh dokter berkerudung ini, maksimal 40 hari saja menundanya.
Yang paling umum dikerjakan, adalah menunda haid. “Namun juga tidak bisa lama-lama, jangan sampai juga dua bulan penuh ga kepengen haid,” ujarnya.
Untuk menunda haid, bisa menggunakan pil progesteron saja, ataupun pil kombinasi, yang mengandung estrogen dan juga progesteron. “Dalam satu kaplet pil KB, pil plasebonya dibuang saja,” ujarnya. Menurutnya, daripada nanti terminum, karena pil plasebo sifatnya berlawanan dengan penundaan haid.
Waktu yang paling ideal untuk memulai mengkonsumsi pil KB ini, menurutnya adalah pada hari kedua hingga kelima haid. “Atau paling lambat 14 hari sebelum hari pertama haid yang ingin ditunda,” ujarnya.
Ketika penundaan haid sudah tak diperlukan lagi, yang berarti ingin haid lagi, caranya sangat mudah. “Hentikan makan pilnya saja,” ujarnya. Setelah kita berhenti mengkonsumsi pilnya, dua atau tiga hari kemudian, haid pun datang.
Apabila kita ingin memajukan haid, gunakanlah pil yang mengandung progesteron yang dimulai pada hari ketiga atau kelima saat kita haid. Kemudian dihentikan penggunaan pilnya, pada 3 atau 5 hari sebelum masa haid yang diinginkan.
Memajukan haid ini, umumnya digunakan pada perempuan yang siklus haidnya lebih dari 35 hari. “Jadi bisa makan pilnya mulai hari ke-19 haid,” ujarnya. Pada bulan depannya, haidnya pun akan bisa diketahui kapan.
Obat pengatur haid, semuanya aman, namun agar tahu yang lebih cocok untuk kita, lebih baik konsultasikan dulu pada ahlinya, sebelum berniat mengatur datangnya haid kita.


Related Posts:

  • Ternyata Tepat di Ujung Pelangi Tidak Terdapat Kendi EmasLegenda tentang di ujung pelangi terdapat pot emas ternyata terbukti salah setelah, salah seorang pengemudi berhasil memotret momen langkah tersebut di tengah jalan.Seorang pengendara berhasil memotret sebuah peristiwa langka… Read More
  • Cara Ngeblog Paling Gokil Sedunia Gini nih gan cerita nyaane kan lagi cari2 tentang blogger trs ane nemu blogterus ane nemu gambar2 nya gan nih liat dah pastiBlogger itu perlu posisi pas buat nulis blognya. ini posisi KAKI AJAIB!!Ini posisi yang pas!! Posisi… Read More
  • Cewek umur 30 tahun tapi kaya 15 Tahun Gan!!Xia Da adalah salah seorang seniman manga (kartun Jepang) kelahiran Hunan , China 04 April 1981 yang cukup terkenal karena wajah super imutnya. Xia Da terlihat seperti ABG usia 14 tahun dan tidak ada yang menyangka usianya su… Read More
  • 5 Kesalahan Dalam Proses MandiSejak dulu mandi dianggap sebagai terapi yang berguna membuat pikiran menjadi rileks serta membersihkan tubuh jika dilakukan dengan benar. Tapi sayangnya beberapa orang justru melakukan kesalahan saat mandi. Apa saja?Beberapa… Read More
  • 10 Negara Populasi Penduduk Tergemuk di DuniaKegemukan tidak hanya menjadi masalah di negara maju, bahkan di negara paling miskin sekalipun banyak yang mengalaminya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari kurang olah raga hingga diet yang tidak sehatBadan keseha… Read More