Sabtu, 15 Oktober 2011

Rambut Aborigin Mengubah Pandangan Sejarah Migrasi Manusia Purba


Sydney - Koleksi rambut seorang warga Aborigin muda yang diberikan kepada antropolog Inggris di tahun 1920-an tampaknya mengubah pandangan soal sejarah migrasi manusia purba.

Sampel rambut tersebut dikumpulkan antropolog Cambridge dan etnolog Alfred Haddon di sebuah stasiun kereta api Golden Ridge, dekat Kalgoorlie, pada 1923. Selama 40 menit, kereta tersebut berhenti dan Haddon mengumpulkan rambut-rambut itu dari seorang Aborigin lokal.

Informasi genetik yang diekstrak dari rambut tersebut memperlihatkan gerakan migrasi tunggal besar-besaran dari Afrika. Kelompok manusia purba ini diduga berangkat dalam dua gelombang terpisah.

Tim ilmuwan internasional memanfaatkan DNA rambut untuk membuat urutan genom manusia Aborigin. Hasilnya menunjukkan bahwa pria Aborigin muda itu adalah keturunan langsung dari kelompok migrasi dari Afrika ke Asia pada 70 ribu tahun yang lalu. Para peneliti percaya tentang hasil ini yang membuktikan bahwa Aborigin adalah kelompok pertama yang terpisah dari manusia modern yang lainnya.

Hasil penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science. Publikasi itu juga menunjukkan Aborigin modern keluar dari Afrika 24 ribu tahun lebih awal dibanding manusia yang membentuk populasi di Asia dan Eropa. Penemuan yang luar biasa ini menantang teori arus fase tunggal penyebaran dari Afrika.

"Manusia Aborigin Australia adalah keturunan dari manusia penjelajah pertama," ujar pemimpin peneliti, Eske Willerslev, dari Universitas Copenhagen. Menurut Willerslev, nenek moyang orang Eropa dan Asia pada kurun waktu itu sedang berdiam di suatu tempat di Afrika atau Timur Tengah untuk bersiap menjelajah dunia. Sementara nenek moyang Aborigin Australia telah menyebar dengan cepat. Kelompok Aborigin pertama telah melintasi wilayah Asia yang tak dikenalnya kemudian menyeberang ke Australia.

"Ini adalah perjalanan yang menakjubkan. Mereka butuh keterampilan bertahan hidup dan keberanian yang luar biasa," ujarnya. Penelitian terakhir menetapkan bahwa Aborigin termasuk salah satu populasi tertua yang terus berlanjut di luar Afrika.

Related Posts:

  • Inilah Koleksi Foto Orang Yang Tidak Mementingkan 'Keselamatan'Dapatkah anda percaya bahwa beberapa orang bermain dengan cara ini dengan kehidupan mereka? Mereka benar-benar terlihat seperti mereka tidak pernah mendengar kata "keamanan". Tidak takut ketinggian, sengatan listrik… Read More
  • Otak Besar, Organ Yang Paling MembingungkanMenurut laporan Life Science Amerika Serikat, bahwa sejumlah besar misteri yang sulit dipecahkan dalam tubuh manusia terhimpun di dalam otak besar. Otak besar merupakan organ yang paling membingungkan kita, seperti misalnya h… Read More
  • 15 Ciri Tanda Cewe Mudah DiselingkuhiSelama ini mungkin Anda merasa sebagai pacar yang normal, perhatian sudah Anda curahkan, kasih sayang tak pernah sedikitpun terlewatkan. Tetapi mengapa Anda masih diduakan ya? Well, mungkin Anda punya ciri-ciri berikut ini:1.… Read More
  • 340 Janin Ditemukan Membusuk di KuilCNNBANGKOK, KOMPAS.com — Lebih dari 340 janin ditemukan di sebuah kuil Buddha di Bangkok. Temuan itu bermula dari bau busuk yang memicu keluhan, kata polisi Rabu (17/11/2010).Kasus ratusan janin itu, yang berasal da… Read More
  • Kapak Batu Tertua di Dunia Berusia 35.500 TahunKapak Batu Tertua di Dunia, telah ditemukan! Kapak batu jenis grounde edge yang ditemukan di Australia ini berusia 35.500 tahun. Sekelompok arkeolog menemukan sebuah kapak batu yang berusia sekitar 35.500 tahun di Amhem Land,… Read More