Jumat, 07 Oktober 2011

Pria Jomblo Lebih Berisiko Mati Muda dibandingkan wanita



TRIBUNMANADO.CO.ID-Apakah Anda masih menjomblo? Menurut hasil penelitian terbaru, orang yang terlalu lama jomblo berisiko mati muda.

Penelitian tersebut dipublikasikan di American Journal of Epidemiology. Dalam penelitian itu, para peneliti menganalisa data dari 90 studi sebelumnya yang melibatkan 500 juta orang. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan risiko kematian kelompok yang berstatus single (tidak pernah menikah) dan kelompok menikah.

Dari penelitian tersebut ditemukan mereka yang terus menjomblo, berisiko mati muda. "Sangat menyedihkan hidup mereka yang single," jelas pimpinan penelitian tersebut, David Roelfs, Asisten Profesor Sosiologi di Universitas Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, seperti dikutip dari MSNBC.

Penelitian itu juga menunjukkan pria jomblo, 32% lebih tinggi risikonya mati muda dibandingkan pria yang menikah. Pada wanita jomblo, risikonya lebih kecil menjadi 23%.

"Skenario terburuknya, pria single bisa meninggal 8-17 tahun lebih cepat dari teman prianya yang menikah," ujar Roefls. Sedangkan wanita, meski tidak lebih baik, risikonya lebih kecil dibanding pria single. Wanita single berisiko meninggal 7-15 tahun lebih cepat dibandingkan teman wanitanya yang menikah.

Para peneliti menduga, mereka yang single lebih berisiko mati muda karena tidak menjaga kesehatan dan pendapatan yang kurang. "Beberapa orang yang single tidak mendapat dukungan sosial, yang bisa didapatkan pasangan menikah," tutur Roefls.

Roefls mengatakan, mereka yang berpasangan biasanya akan saling menjaga pasangannya. "Pasanganmu akan memintamu makan lebih baik atau pergi ke dokter," ujarnya. "Terkadang memang lebih mudah menjalani hidup lebih sehat dan tidak berisiko kalau kita menikah. Orang yang single pun bisa mendapatkan dukungan (sosial) ini dari orangtua, saudara kandung atau teman," tambahnya.

Untuk Anda yang single, Roefls tidak mau Anda menjadi panik hanya karena membaca hasil penelitian ini. Menurutnya penelitian tersebut hanya melihat probabilitas bukan kepastian dari suatu kondisi.

sumber


0 komentar:

Posting Komentar