Senin, 14 November 2011

Wow.. Pengemis Arab Saudi Ini Berpenghasilan 191 juta !!



Wanita tua berusia 60 tahun bernama Fatimah, diyakini menyelundupkan dirinya masuk ke Arab Saudi sedikitnya 10 kali, lewat perbatasan di sebelah selatan.

-Pihak berwenang Arab Saudi menangkap seorang wanita tua, yang mungkin adalah pengemis termungil yang berhasil menyusup masuk ke negara itu, lansir Arab News (11/11/2011).

Sejak bulan Ramadhan lalu sampai akhirnya ditangkap, perempuan mungil itu berhasil mengirimkan uang ke kampung halamannya sebanyak lebih dari 80.000 riyal (191 Juta Rupiah).

Fatimah memilih pusat kota Makkah sebagai lokasi terbaik untuk mengemis. Dia mengatakan, daerah tersebut selalu hidup dan penuh dengan orang, serta merupakan tempat yang menarik terutama di akhir pekan.

Fatimah sendiri menarik perhatian banyak orang, karena tinggi tubuhnya hanya sekitar 50 cm.

Sebagian pengunjung kota ingin berfoto dengannya. Pada saat yang sama, kondisi fisiknya yang tidak normal mendorong banyak orang memberikan uang padanya.

Koran lokal Eqtisadiah mewawancarai Fatimah di pusat deportasi. Wanita itu mengatakan, setiap tahun ia datang ke Jeddah dengan cara menyelundupkan dirinya. Ia sangat senang dengan negara Arab Saudi, sebab orang-orang di sana memberikan banyak uang kepada pengemis. Meskipun ia pernah dideportasi lebih dari 10 kali, tapi dirinya selalu berhasil menyelundupkan diri masuk ke Saudi lagi setiap tahun.

Kepala departemen anti pengemis di Makkah, Saad Al Shahrani, mengatakan bahwa Fatimah ditangkap belum lama ini saat sedang berpindah tempat. Wanita itu menarik simpati banyak orang, karena kondisi fisiknya.

Al Shahrani menjelaskan, Fatimah menyewa seorang pemuda berusia 18 tahun untuk mengawasi petugas, melindunginya dan mengantarnya dari satu tempat ke tempat lain. Pemuda itu mendapat 1.000 riyal dari Fatimah, sebagai gaji untuk satu bulan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Fatimah bisa mendapatkan uang sekitar 5.000 riyal setiap minggu. Saudara laki-lakinya yang tinggal di Saudi memberikannya tempat tinggal dan makan, serta mengambil uang Fatimah untuk kemudian dikirim ke kampung halamannya.

Al Shahrani menyarankan agar orang-orang memberikan sumbangan mereka lewat lembaga amal, yang akan menyalurkannya ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan.*