Rabu, 05 Oktober 2011

Terlalu! Nenek Meninggal Karena Petugas Rumah Sakit Lupa Beri Makan



Hildegard Mikalansky
Seorang nenek masuk rumah sakit karena menderita multiple sclerosis (MS). Ia harus makan melalui tabung makanan karena selalu tersedak bila makan lewat mulut. Tragisnya, ia meninggal di rumah sakit gara-gara petugas lupa memberinya makan selama 4 hari.

Hildegard Mikalansky, nenek 67 tahun asal Buckinghamshire yang menderita multiple sclerosis (MS) dirawat di rumah sakit setelah mengalami cedera kepala dan patah tulang rusuk setelah mengalami kecelakaan dan jatuh.

Dokter memutuskan untuk memberinya makan langsung ke perut melalui tabung makanan karena ia selalu tersedak saat makan menggunakan mulut. Tetapi petugas rumah sakit lupa memasok tabung dengan nutrisi yang dibutuhkan selama 4 hari. Ia meninggal di rumah sakit keesokan harinya dan diduga karena malnutrisi.

"Saya melihat wanita yang lincah dan hangat tapi kondisinya memburuk dan meninggal dengan cepat di rumah sakit," jelas Mike Stringer (41 tahun), putri Mikalansky, seperti dilansir Dailymail.

Pada pemeriksaan yang dilakukan diketahui Stoke Mandeville Hospital di Buckinghamshire Inggris yang merawat si nenek, lalai dan terlambat memberikan perawatan pada pasien di akhir pekan.

"Meskipun ibuku sudah menderita beberapa masalah kesehatan seperti multiple sclerosis, tapi pada dasarnya ia mati karena kelaparan. Ia hanya makan dari celah-celah (tabung makanan). Semua orang terus-menerus mengatakan ia membutuhkan makanan dan ia kekurangan gizi, tapi tidak ada yang dilakukan," ujar Stringer.

Dokter awalnya fokus pada cedera kepala dan patah tulang rusuk, tapi putrinya Stringer mengatakan ia khawatir ibunya kurang gizi karena badannya terlihat sangat kurus.

"Dia sudah kurus dan sebelum masuk rumah sakit dia tidak mendapatkan cukup makan karena kelelahan akibat penyakit MS. Kami terus-menerus meminta staf rumah sakit memberinya banyak makan karena ibu sudah kurus dan hanya makan sedikit. Kami prihatin karena staf catering mengabaikannya. Kami bisa melihat situasinya semakin lebih serius setiap hari," jelas Stringer.